Kemungkinan Piala Eropa 2016 terancam akan dibatalkan setelah Bom Brussels

Kemungkinan Piala Eropa 2016 terancam akan dibatalkan setelah Bom Brussels

UEFA kembali dipusingkan dengan penyelenggaran Piala Eropa 2016 yang akan diadakan di Perancis setelah serangan bom teroris kembali menghantam Bandara Brussels yang padahal beberapa bulan lagi kompetisi tersebut akan bergulir.

Pentinggi otoritas sepakbola Eropa tampaknya akan mengubah skema pengamanan.” Piala Eropa adalah turnament yang tidak mungkin bisa ditunda. Kami tidak menutup kemungkinan untuk menggelar pertandingan secara tertutup karena kami tidak bisa mengecualikan aksi terorisme.
Mengenai pembatalan pertandingan atau hari pertandingan yang dipindah ke tanggal lain adalah sesuatu hal yang tidak mungkin bisa dilakukan,” ucap ucap Komite Eksekutif Wakil Presiden UEFA Giancarlo Abete dikutip Guardian, Rabu (23/3/2016).
Aksi terorisme telah 2 kali mengguncang Eropa setelah yang pertama insiden di Paris dan kedua adalah peledekkan 2 bom di bandara Brussels kemarin. Sehingga focus penyelenggaraan Piala Eropa 2016 akan terganggu. Insiden di Perancis berlangsung bersamaan saat laga persahabatan antara Prancis dan Jerman sedang di helat di Stade De France. Ratusan warga menjadi korban dalam aksi terorime tersebut. Kota Paris menjadi begitu mencekam setelah terjadi adu tembak. Sedangkan bom di Belgia kemarin terjadi di dua titik sekaligus yakni di Bandara Brussels dan stasiun kereta Metro. Kabar terakhir menyebutkan korban tewas sudah mencapai 34 orang.

Mendengar kabar tersebut, Timnas Belgia langsung membatalkan latihan. Kemungkinan laga melawan timnas Portugal pada pekan depan akan dibatalkan. Sementara pertandingan Belgia lainnya yaitu melawan Inggris di Stadion Olympic, Berlin, Jerman akhir pekan nanti masih diusahakan untuk tetap digelar. Perwakilan dari FA menyatakan bahwa jadwal pertandingan tersebut belum berubah dan kemungkinan bisa digelar.

“Belum ada perubahan yang dibuat dan kami telah terus berhubungan dengan pemerintah Jerman. Langkah-langkah keamanan kami sudah sangat ketat,” katanya.