Segala Sesuatu Mungkin di Prancis

Prancis, sebagai salah satu negara terbesar di Eropa memang memiliki pengaruh yang sangat kuat di Eropa, seperti yang diungkapkan oleh Francois de la Rochefoucauld ( pujangga dan penulis Prancis ) ” segala sesuatu mungkin di Prancis ” memang ada benarnya jika melihat dari budaya, makanan, hingga ke sepakbola hampir seluruh lingkupnya kental dengan nuansa Prancis.

” Segala sesuatu mungkin di Prancis ” tulis Francois de la Rochefoucauld, mengisahkan tentang Prancis diantara dua bagian yaitu Eropa Utara dan Eropa Selatan. ¬†Tepat berada di tengah – tengah benua Eropa menjadikan Prancis dipengaruhi oleh gerakan filosofi, budaya dan seni dari daerah – daerah sekitarnya dan bergabung dengan budaya lokal menjadikan Prancis yang ada saat ini.

FranceDalam hal olahraga, negara Prancis menjadikan sepakbola sebagai olahraga terpopulernya, dengan kurang lebih ada 2 juta pemain yang berlisensi resmi. Walau demikian bukan berarti Prancis hanya tau sepakbola saja. Mereka memiliki beragam kejuaraan tradisional yang ada di dunia. Tim nasional Prancis adalah runner up IRB Rugby World Cup pada tahun 2011 yang lalu sekaligus merupakan pemegang medali emas olimpiade.

Prancis pun merupakan penghasil pemain berbakat untuk olahraga basket, bersepeda, dan kejuaraan motorsports. Jangan pula lupakan tenis lapangan, salah satu dari empat kejuaraan bergengsi di dunia atau Grandslam berada di sini yaitu Prancis terbuka. Di kejuaraan bersepeda, Tour de France merupakan kejuaraan tahunan terbesar di dunia yang mampu menarik 12 juta atlit sepeda dari seluruh dunia tiap tahunnya.

Khusus untuk sepakbola, Prancis merupakan tempat lahirnya tiga kejuaraan bergengsi di dunia yaitu Piala Dunia, Piala Eropa dan UEFA Champions League. Walau begitu Prancis membutuhkan waktu hingga tahun 1984 untuk dapat menjadi yang terbaik, di Eropa lewat kontribusi luar biasa pemain jenius Michel Platini membawa Prancis menjadi juara Piala Eropa sekaligus mencatatkan rekor 9 gol sepanjang turnamen.

Di ajang Piala Dunia, Zinedine Zidane menjadi kartu As nya dengan membawa Prancis menjadi yang terbaik di dunia pada tahun 1998. Selain Piala Dunia, Zidane pun membawa Prancis untuk kembali bergembira dengan meraih gelar Piala Eropa ke dua tahun 2000.

Di ajang klub, kita tentu belum lupa bagaimana Olimpique Marseille mengalahkan AC Milan 1-0 untuk menjadi klub terbaik di Eropa pada tahun 1993. Kini Paris Saint Germain ( PSG ) menjadi salah satu kekuatan baru di Eropa.Ajang liga domestik Ligue 1 pun merupakan salah satu kejuaraan yang terkompetitif di benua biru.

Pemain-pemain hebat dari negri ini juga sudah tak terhitung banyaknya, Didier Deschamps, Jean – Pierre Papin, Just Fontaine, dan Lilian Thuram, namun tetap diantara para pemain hebat ini ada 3 nama yang akan selalu dikenang. Pertama adalah Raymond Kopa yang mengawali karir di Reims dan kemudian hijrah ke Real Madrid pada era tahun 1950-an membantu Prancis menjadi negara peringkat ketiga pada piala dunia 1958.

Kemudian Platini, peraih 3 kali Ballon d’Or menjadi pemain paling bersinar di Piala Eropa 1984 dengan sumbangan 9 golnya walau berposisi sebagai gelandang, sulit untuk mencari pengganti sepadan untuknya. Kemudian ada Zinedine ” Zizou ” Zidane sang penggebrak sepanjang sejarah tahun 1998 dan 2000.

Kopa, Platini, dan Zidane ketiganya adalah pemain-pemain yang memiliki warisan budaya dari negara leluhur mereka Polandia, Italia dan Algeria, bergabung dalam satu identitas baru, Prancis.