Sejarah Perjalanan Final Euro 2016

Sejarah Perjalanan Final Euro 2016

Euro edisi 2016 akan segera berakhir pada tanggal 11 July 2016. Dua negara yang mampu lolos ke final adalah Portugal dan tuan rumah Prancis. Kedua negara akan berlaga distadium terbaik Prancis yakni Stade de France. Berbagai macam kejadian sudah dilalui oleh kedua negara. Mulai dari lolos babak kualifikasi dari peringkat 3 terbaik dan masih banyak hal lainnya.

Perjalanan Portugal dalam Euro 2016

Bergabung dalam GRUP F yang berisikan Hungaria, Austria dan Islandia nyatanya tidak membuat Portugal menggila dalam grup tersebut. Meraih 3 hasil imbang, beruntung Portugal dapat lolos ke babak selanjutnya setelah Austria gagal memetik 1 kemenangan pun. Hungaria dan Islandia tampil superior dengan lolos sebagai juara grup dan runner-up.

Pada babak 16 besar, Portugal dihadapkan dengan lawan yang sulit yakni Kroasia. Sang kapten Ronaldo tidak menunjukkan sinar kebintangannya pada pertandingan ini. Adalah Quaresma yang berhasil menyelematkan Portugal dengan gol yang dicetak pada menit ke-117.

Pada babak 8 Besar, Portugal tidak diunggulkan mengingat hasil yang telah diraih saat melawan kuda hitam Polandia. Lagi, Ronaldo cs tidak dapat mencetak gol pada waktu pertandingan normal, dan bahkan waktu extra time sekalipun. Kembali keberuntungan menghampiri Portugal dengan menang pada babak adu Penalti.

Keberuntungan tampaknya terus menyertai skuat asuhan Fernandos Santos ini, namun sampai pada babak semifinal. Portugal baru menunjukkan performa baik dengan mengirim Wales pulang dengan skor 2-0. Kemenangan ini membuat Portugal berhak masuk ke partai Final dan akan bertemu dengan Prancis.

Ini akan menjadi final kedua kalinya bagi negara yang mendapat Brazilnya Eropa. Pada tahun 2004 ketika Piala Eropa digelar dinegara sendiri, Portugal yang kala itu masi diperkuat oleh Luis Figo, Deco, Costinha, Pauleta, Rui Costa, Rui Jorge, Petit, Beto, Postiga takluk dari Yunani yang merupakan kuda hitam pada saat ini itu. Gol dari A. Charisteas pada menit ke-57 membuyarkan harapan Portugal untuk menjadi juara di negara sendiri.

Perjalanan Prancis Dalam Euro 2016

Sempat diisukan akan membatalkan pagelaran Euro 2016 di negaranya akibat kerusahan teroris, Prancis secara mengejutkan mampu mengatasi tekanan tersebut. Bahkan Piala Eropa 2016 ini sudah memasuki babak akhir yakni partai Final. Timnas Prancis pun bermain sangat baik pada Euro 2016 sehingga pantaslah Les Blues menjadi unggulan ketimbang Portugal.

Sebagai tuan rumah, Prancis sudah otomatis tergabung dalam Grup A yang juga berisikan Swiss, Albania dan Romania. Skuat asuhan Didier Deschamps tersebut tampil superior selama di Grup A. Mengantongi 2 kemenangan dan 1 hasil draw kontra Swiss adalah bukti yang cukup bagi Prancis untuk tetap menjadi salah satu terkuat di Eropa.

Berkat penampilan Prancis yang solid tahun ini, banyak sekali pemain Prancis yang mendapat kenaikan “Harga Jual” seperti Payet yang diisukan akan angkat kaki dari West Ham. Contoh lain adalah Kante yang tampil solid dan sampai saat ini masih mendapat rating tertinggi dalam Euro 2016. Si pencetak gol handal Griezmann pun diisukan tidak bertahan di Calderon mengingat banyak klub kaya raya yang menginginkan jasanya.

Nah, kembali ke perjalanan Prancis yang telah lolos ke babak 16 besar. Walaupun terkesan lawan-lawan Prancis sangat mudah, tapi nyatanya tidak terjadi dilapangan. Republik Irlandia menjadi lawan pertama Prancis setelah babak kualifikasi. Pogba cs juga kesulitan untuk memenangkan pertarungan. Dua gol yang dicetak Griezmann mengantarkan Prancis untuk lolos ke babak selanjutnya.

Masuk ke babak perempat-final, Islandia menjadi batu halangan Prancis. Tapi sayangnya performa Islandia saat babak pertama yang belum panas menjadikan Prancis dengan mudah melesakkan 4 gol. Para pemain Islandia terlambat panas, dan baru dibabak kedua Islandia menunjukkan kekuatan sepakbola mereka yang sebenarnya. Bahkan terdengar di media masa bahwa, Prancis seolah tim kecil pada babak kedua. Namun sayang, keterlambatan itu mengakibatkan tersingkirnya Islandia dengan skor 5-2. Tapi Dunia bangga terhadap perkembangan sepakbola Islandia yang signifikan.

Perjuangan sebenarnya dari Prancis tampak dalam laga melawan Jerman dibabak Semifinal. Lagi-lagi Antoine Griezmann menjadi kunci keberhasilan Prancis melaju ke Final berkat dua golnya yang dicetak lewat kotak penalti dan tendangan pelan yang memanfaatkan kemelut depan gawang. Laga Prancis vs Jerman dapat dikategorikan sebagai salah satu yang terbaik setelah Jerman vs Italia.

Dengan Final edisi Euro 2016 ini, tercatat Prancis telah masuk ke Final 3 kali dan 2 kali menjadi Juara. Besar kemungkinan Prancis akan kembali juara, tapi sepakbola bukan hanya berdasarkan data saja.

Kesimpulan,

Kedua tim mempunyai jejak rekam yang berbeda-beda. Portugal yang kesulitan menemui kemenangan dan bahkan hampir kalah namun pada akhirnya dapat berlaga di partai Final. Sedangkan Prancis yang sejak babak kualifikasi menuai kemenangan dan bahkan berhasil menggulingkan Jerman. Walaupun Portugal mempunyai jejak rekam yang kurang baik dan Prancis diunggulkan serta bermain dirumah sendiri, tapi pada akhirnya siapapun yang menang di Final adalah Juara Euro 2016.