Timnas Belgia Batal Latihan Karena Ledakan Bom Brussels

Timnas Belgia Batal Latihan Karena Ledakan Bom Brussels

Timnas Belgia dipastikan tidak akan menggelar latihan setelah terjadi aksi teroris yang melakukan peledekkan di Brussels. Ledakan tersebut menewaskan 34 orang tidak berdosa di Belgia.

Pertandingan persahabatan dengan Portugal di Stade Roi Baudouin pada hari Rabu tanggal 30 Maret 2016 akan dibatalkan setelah terjadi aksi pemboman oleh teroris. Belgia sendiri sudah menggelar latihan sebagai persiapan dalam partai persahabatan tersebut. Ledakan terjadi di bandara Internasional Brussels dan stasiun Metro yang terletak di pusat kota Brussels.

Ledakan di bandara Internasional Brussels terjadi pada hari Selasa 22 Maret 2016 pada pukul 08:00 pagi waktu setempat. Sedangkan stasiun Metri meledak setelah 1 setengah jam kemudian. Ledakan tersebut tidak hanya merusak lingkungan sekitar namun juga menewaskan 34 nyawa dan hampir 50 orang mengalami luka.

Asosiasi Sepak Bola Belgia menjadi cemas akan hal ini dan menganggap Belgia tidak aman. Sehingga mereka memutuskan untuk membatalkan sesi latihan dalam persiapan melawan Portugal.” Saat ini sepakbola menjadi tidak begitu penting, karena focus tertuju pada para korban ledakan Bom.” Pungkas timnas Belgia di akun twitter resmi mereka.

Peristiwa aksi teroris ini menjadi kali kedua setelah yang pertama terjadi adu tembak dan peledekan di Prancis. Demi keselamatan para pemain, laga persahabatan melawan Portugal akan ditunda.

Banyak pihak mengecem aksi teroris ini termasuk bek tengah Belgia Jan Vertonghen. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak menduga hal ini akan terjadi lagi, dan terjadi di Belgia.”Saya tidak percaya bahwa saya kembali membaca berita ini,” ujarnya di akun twitter.

Selain bek Tottenham tersebut, kiper Liverpool Simon Mignolet juga ikut berkomentar. #Zavatem yang merupakan nama bandara yang diserang teroris disematkan pada post twitternya. Gelandang Manchester United, Adnan Januzaj juga ikut berkomentar atas peristiwa tersebut.” Sangat berduka dengan apa yang terjadi di Brussels.#Zaventem.”